Pasangan Muda Ini Merasa Terbantu Dapatkan Rumah Idaman, 30 Pengembang Gelar Festival Rumah Murah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Rumah menjadi salah satu kebutuhan yang mungkin paling diidamkan oleh banyak orang, termasuk bagi pengantin baru atau pasangan muda. Biasanya, ketika mencari-cari rumah untuk dijadikan tempat hunian, terkendala oleh waktu dan juga jarak.

Kegiatan festival rumah murah se-Bandung Raya pun diadakan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan rumah idamannya. Bertempat di Hotel Poster, Jalan PHH Mustofa selama sehari, yakni pada Minggu (28/11/2021) mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB, Prolov menghadirkan lebih dari 30 developer atau pengembang perumahan di acara tersebut.

Sedangkan pemerintah, katanya dalam mengadakan perumahan masih terbilang kurang.

“Kami lihat kondisi ini akhirnya mencoba membantu masyarakat agar mendapatkan rumah idamannya lewat festival ini. Harga perumahannya di bawah Rp 500 jutaan dengan cicilan mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta,” katanya, di lokasi.

Perumahan mulai subsidi hingga komersial, katanya, dihadirkan dengan harapan masyarakat bisa memilih tanpa harus berkeliling ke wilayah-wilayah dari selatan, timur, dan barat. Tetapi, hanya datang ke Hotel Poster hari ini bisa mengetahui perumahan se-Bandung Raya.

“Di sini hadir juga developer, notaris, hingga perbankan. Kami ingin memudahkan warga miliki rumah murah,” ujarnya.

Dalam festival ini juga, Yoga menyebut pihaknya membantu pengembang dengan menghadirkan bonus khusus serta ada pula transaksi dengan fee booking hanya dengan Rp 500 ribu ke calon pembeli untuk bisa memilih properti yang tersedia.

“Kami bekerjasama dengan lebih 100 pengembang perumahan dan silakan bisa survei ke lokasi dan jika tak cocok, maka fee booking dikembalikan 100 persen. Jadi, itulah menariknya transaksi di sini yang dapatkan harga juga promo khusus,” ucapnya.

Adapun sasaran masyarakat dalam festival ini ialah masyarakat menengah ke bawah. Di masa pandemi, kegiatan ini pertama kali diadakan, sebelumnya Yoga mengaku sering melakukannya setahun sekali.

“Festival kali ini terbesar dengan mengumpulkan banyak pengembang. Selama lima hari kami buka pendaftaran di website saja ada 900 orang. Padahal, kami enggak sebarkan di sosmed atau media lain,” katanya.

Ketika disinggung terkait wilayah Bandung Raya mana saja yang menjadi primadona untuk dijadikan tempat hunian, Yoga menyebut ada tiga wilayah, di antaranya Bandung Timur, Bandung Selatan, dan Bandung Barat.

“Kalau Bandung Tengah itu enggak mungkin karena harganya sudah di atas Rp 500 juta. Nah, primadona itu Bandung Timur (Cileunyi, Cibiru, Rancaekek, Jatinangor, dan Tanjungsari), lalu ada Bandung Selatan (Terusan Bojongsoang, Soreang, Rancamanyar, Ciparay, dan Baleendah), serta Bandung Barat,” katanya

Tipe rumah yang ditawarkan dalam festival ini bervariasi, mulai tipe 21 (subsidi) Rp 145 juta, kavling, tipe 30/60, tipe 36/60-70, hingga tipe 40-45. Masyarakat yang berpenghasilan Rp 3 juta sampai Rp 10 juta bisa sangat terjangkau mendapatkan rumah murah ini.

“Hanya dengan DP Rp 2 juta atau Rp 3 juta bisa punya rumah. Insya Allah pada Desember atau Januari kami akan adakan festival serupa,” katanya.

Salahseorang pengunjung bernama Hera (27) mengaku sangat terbantu dengan adanya festival rumah murah ini.

Sebagai pasangan muda atau baru menikah, Hera mengatakan even semacam ini menjadi momentum mencari-cari rumah yang sesuai dengan dana yang mereka miliki.

“Ternyata banyak pilihan setelah dilihat-lihat. Saran saya sih untuk pasangan muda yang sama dengan saya, kalau ada even seperti ini ikutan saja,” ujarnya yang didampingi sang suami.

Hera mengaku bersama suami tengah mencari perumahan yang berada di wilayah Bandung Timur, lantaran sang suami bekerja di wilayah Cileunyi.

“Saya sih tinggalnya di Cicadas, tapi suami bekerja di Cileunyi, alhamdulillah banyak pilihan rumah di Bandung Timur. Ya ada beberapa yang masuk kriteria seperti di kisaran harga Rp 300 juta dengan cicilan mulai Rp 1,5 juta,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *